The Very First Post
Hai! Ini post pertama saya. Banyak sekali yang saya ingin ceritakan. Saking banyaknya saya kebingungan untuk menulis apa di post pertama ini. Anda tahu dong betapa sulitnya memulai dan mengakhiri. Seperti ingin menulis sebuah cerita atau seperti skripsi dulu. Punya ide, banyak malahan, tapi harus mulai dari mana? Dan ketika Anda melangkah setapak demi setapak, akhirnya sedikit lancar. Anda berjalan cepat, ingin segera mengakhiri tugas itu. Hingga akhirnya sampai pada bagian akhir. "Bagaimana saya mengakhiri tulisan ini?"
Oke, saya ngawur sekali untuk post pertama.
Karena saya bingung harus cerita apa, akhirnya saya mencari pertanyaan via google dan ketemulah dengan question of the day di bawah ini:
Pertanyaan itu akan saya jawab, hitung-hitung sebagai perkenalan kita karena ini post pertama. Daripada saya mulai dengan cerita depresi, ya kan?
What three words best describe you?
Oh, wow! Pertanyaan yang begitu simple namun cukup membuat saya garuk-garuk kepala. Bukannya saya tidak mengenal diri saya sendiri, tapi balik ke pertanyaan "Saya harus mulai dari mana?"
Baiklah... saya coba pelan-pelan menjawab, 3 hal yang paling cepat sampai di kepala.
Menurut saya 3 kata yang cocok untuk saya adalah:
1. Sederhana
Saya orang yang sederhana, apalagi dari segi penampilan. Saya tidak suka dengan hal-hal ribet dan orang-orang yang rumit. Saya lebih senang tampil apa adanya karena beginilah saya yang sebenarnya. Tidak menyukai kemewahan. Wah, pasti sesuatu yang sulit Anda terima apalagi jika saya bilang saya bergender perempuan.
2. Cerewet
Orang-orang terdekat saya sudah tahu sekali mengenai ini. Saya senang dengan kebersihan dan kerapian. Saya menata rapi barang-barang saya sesuai dengan kategori, ukuran, dan warna.
3. Complicated
Tadi saya bilang tidak menyukai yang rumit, namun ada beberapa hal mengenai saya yang juga rumit dan tidak bisa saya mengerti bahkan diubah. Mungkin karena saya bergolongan darah AB yang terkenal memiliki kepribadian ganda, makanya rumit. Saya memang merasa punya banyak kepribadian yang tiap hari mengontrol emosi saya dan cara saya perlakukan orang-orang sekitar. Isi pikiran saya seperti labirin!
Itu saja dulu. Sebenarnya saya masih ingin menulis lebih panjang lagi, namun saat ini konsentrasi saya diganggu terus-menerus oleh orang-orang kantor. Nanti akan saya lanjutkan lagi (atau mungkin dibiarkan saja seperti ini).

Comments
Post a Comment